Cari Blog Ini

Senin, 18 April 2011

study club 'kepenulisan'

menulis yang tak henti

Menulis tak harus dipersepsikan harus dalam sebentuk buku atau artikel di media massa. Blog merupakan media yang amat personal untuk menuangkan gagasan kita. Namun tidak sedikit juga orang yang merasa kehabisan ide untuk menulis di blog. Nah, cara yang biasa kulakukan adalah :
  • Menuliskan apa yang kita alami
    Apa yang kita alami lebih mudah dituliskan ketimbang menulis hal-hal yang tidak kita alami. Apalagi menulis sesuatu yang sebenarnya tak kita kuasai ilmunya. Aku tak pernah menulis tentang dunia saham karena akan sangat tersiksa menulisnya. Kenapa? Karena aku tak mengerti tentang seluk beluk dunia saham. Karena itu aku kerap menulis apa yang kulihat, kualami, dan kugelisahkan. Realitas yang bersliweran dalam kehidupan kita dapat menumbuhkan ide menulis.
  • Status di jejaring sosial
    Banyak ide yang bisa memicu kita untuk menulis. Salah satunya adalah dari status kita maupun teman-teman di facebook atau cuap-cuap teman di twitter. Jejaring sosial yang biasanya ditulis dengan singkat itu sebenarnya bisa dikembangkan menjadi artikel utuh di blog. Wajar saja jika salah seorang rekan dari goodreads indonesia, Indri Juwono (yang ikut mewawancaraiku dalam talkshow tersebut) menyatakan tak bisa menikmati kultwit karena cenderung terpotong-potong dan menjadi tidak efektif. Ia lebih suka membaca tulisan utuh, seperti di blog.
  • Blogwalking
    Tulisan teman-teman kita di blognya juga bisa menjadi ide untuk menulis. Bisa jadi kita sepaham dengan tulisan teman, lalu kita menuliskannya kembali dengan tambahan pemikiran asli kita sendiri. Atau bisa jadi kita tidak sepaham dan ini merupakan pemicu positif untuk menulis persepsi kita pada blog kita sendiri. Karena itu, mengunjungi blog teman (istilahnya blogwalking) merupakan cara bagi mereka yang merasa sering kehabisan ide untuk menulis.
  • Komentar
    Sebuah tulisan pada kolom komentar di blog kita maupun di blog teman-teman juga bisa memicu ide kreatif kita dalam menulis. Karena itu sebagai penulis blog, disarankan untuk tetap rajin membaca, termasuk membaca rentetan komentar yang bisa kita lanjutkan menjadi tulisan yang runtut di blog kita.
  • Komunitas
    Keberadaan komunitas itu penting juga buat menjaga konsistensi menulis. Dalam setiap komunitas, ada saja topik-topik yang didiskusikan. Meskipun sudah dibahas pada milis maupun forum diskusi, tak ada salahnya jika kita tulis kembali pada blog kita. Seperti sebuah rangkuman diskusi.
  • Ngobrol
    Siapa sih yang nggak pernah ngobrol sama manusia lain? Nah, obrolan apapun, serius ataupun bercanda, sebenarnya bisa kita tulis di blog. Bahkan ini yang sering saya lakukan untuk mempertahankan konsistensi ngeblog.
  • Job review
    Ini yang menarik bagi beberapa blogger. Mendaftarkan blog kita pada agen blogreview juga pilihan lain agar kita tetap konsisten menulis. Bedanya, jika opsi di atas sangat personal dan bebas kita tuliskan, pada job review, kita dituntut menulis sesuai dengan permintaan advertiser. Memang bagi beberapa blogger, job review rada berat dilakukan, tetapi dalam konteks menjaga konsistensi menulis, kupikir tak ada salahnya dilakukan.
Demikian cara saya dalam menjaga konsistensi menulis. Bisa jadi teman-teman punya cara lain? Silakan share di sini. Terima kasih.
Jabat Erat!
MT

* posting ini di culik dari aggregator blog kelas menulis bersama mataharitimoer


Selasa, 12 April 2011

study club 'kepenulisan'^

Menulislah !!!


Jangan biarkan ide-idemu hilang begitu saja, tanpa catatan. Catatlah… tulislah walaupun hanya satu ayat, satu kalimat ! Idemu adalah hasil dari pemikiranmu yang datangnya bisa dengan tiba-tiba, bila tak dicatat, maka ide itu akan hilang dan tak dapat kembali lagi. 

Jangan biarkan hasil pemikiranmu berlalu tanpa catatan, tinggalkan untuk generasi mendatang. Jasadmu boleh terkubur tanah, tapi idemu harus tetap hidup sepanjang jaman. Para tokoh masa lalu yang hidup berabad-abad yang lalu … tapi namanya masih tetap disebut orang, pemikiranya masih dikaji dan dipelajari orang. Padahal jasadnya ntah sudah jadi apa, tapi hasil pemikiranya yang ditulis, sampai sekian abad tetap ada dan mengabadi !
Tulislah, walaupun hanya satu ayat. “Sampaikan dariku walau hanya satu ayat” sabda Nabi. Satu ayat, satu kalimat yang punya makna… akan terus dingat manusia. Jangan ragu untuk memulai menulis, mulai dari satu kata : Bismillah ! …. teruslah menulis, kamu harus meninggalkan sesuatu untuk generasi di masa kini dan generasi di masa depan.
Kalau kau mati tidak meninggalkan apa-apa, maka buat apa kau dilahirkan? Jadi jangan ragu … tulislah, walapun hanya satu kalimat. Tulislah walaupun hanya satu ayat dan tulisan yang sudah kau kirim atau di tulis di internet tak akan hilang dan terus akan tersimpan atau “mengabadi”.

Harta bisa hilang lenyap tanpa bekas, tapi ilmu yang ditinggalkan dan di wariskan, tak akan hilang, itulah uniknya ilmu, semakin dibagikan pada orang lain, semakin bertambah. Lain dengan harta, semakin dibagikan, semakin habis ! Kecuali harta yang di keluarkan di jalan Allah, seperti infak, sedekah, zakat dll, itupun jika memberikannya dengan ikhlas, bila tidak ikhlas, tidak dapat apa-apa dari Allah !

Wahai… sahabatku …. usiamu semakin mendekati kematian….umurmu semakin mendekati ajal, jangan biarkan berlalu tanpa ada ilmu yang kau wariskan bagi generasi yang akan datang. Tulislah wahai sahabatku, walaupun hanya satu ayat, walaupun hanya satu kalimat …., sekarang ! Jangan ditunda-tunda, siapa tahu besok hari kamu sudah tiada.

Tulislah … tinggalkanlah ilmu yang bermanfaat. Selagi umur masih ada, selagi napas masih bisa berhembus, selagi tangan masih bisa digerakkan, selagi pikiran masih bisa bekerja, selagi mata masih bisa melihat, selagi telinga masih mendengar, selagi hayat masih di kandung badan, selagi jari jemari masih bisa ngeklik kyboar tkomputer, selagi bonus umur masih tetap diberikan Allah, selagi keinginan dan kemauan ada, selagi minat masih menyala, selagi darah masih mengalir, selagi jantung masih berdetak, selagi mulut masih berkata, selagi kaki masih bisa berjalan, selagi karunia Allah masih kau terima, selagi air masih bisa kau minum, maka Tulislah !
Jangan biarkan ide-idemu hilang begitu saja. Di jaman orang yang serba berlari cepat, jangan sampai ketinggalan “kereta” harus ada sesuatu yang kamu tinggalkan yang sipatnya mengabadi, itulah ilmu atau tulisan yang disebarkan pada orang banyak. Salah satunya di eramuslim.com ini.
Bila tulisanmu di tolak atau tak dimuat, jangan membuatmu putus asa, jangan mengharap apa-apa, tugasmu hanya untuk berbagi, walau hanya satu ayat. Sampaikan walau satu ayat, sampaikan walau hanya sepotong ayat atau sepotong hadist.

InsyaAllah Ilmu atau apapun namanya, bila itu bermanfaat bagi orang lain itu sudah bernilai ibadah, jangan mengharap puluhan, ratusan, ribuan atau jutaan orang untuk membaca tulisanmu di tengah-tengah ” hutan belantara ” internet, yang memuat “nyaris” tak terhingga banyaknya tulisan.
Jangan muluk-muluk, satu dua orang sudah membaca tulisanmu dan satu dua orang itu berubah menjadi baik atau lebih baik dari sebelumnya, itu sudah cukup, karena berbuat baik pada seorang manusia, sama juga berbuat baik pada semua manusia, sebagaimana berbuat jahat pada seorang manusia, sama juga berbuat jahat pada semua manusia.
Demikian.

(from bukanberitadotcom)


Senin, 11 April 2011

majalah mini RE_ID

Dimuat di RE_ID 2
RACUN EKSISTENSI SENIORITAS


            Berhubung kakak cahaya sedang sibuk ngurusin proyek baru katanya, perkembangan racun eksistensi senioritas sedikit lola. Tak bermaksud membuatnya terbengkalai, tapi ingin membuatnya sedikit dinanti2. Hehe, (Jiyah begini nih sok the most wanted writer jika sedang on :p). Akhirnya karena merasa berhutang, ya sudahlah, tak bayar hutangnya dengan artikel lain yang berjudul ini. Selamat menikmati. Semoga terganti:D 
  SUDAH SAATNYA… 
Saat orang-orang bicara tentang dunia ke 3, the new world order (tata dunia baru), aku pun bicara tentang itu. Bedanya aku memulainya sekarang, dari sini. Dengan keyakinan ini.
Sudah saatnya kebesaran ini kembali. Saat dulu para sahabat berlari penuh motivasi mengejar inovasi, menyambut turun firman illahi maka bergemuruhlah Makkah dan Madinah oleh lantunan takbir dan talbiyyah, ketika sunyi membungkam Eropa dan Konstantinnopel dalam kekakuan dogma gereja. Maka hangatlah diskusi2 di Basrah dan Kuffah, saat Genoa dan Venesia dihantui inkuisi gereja. Maka bersinarlah perpustakaan di Kairo, ketika dukun komat kamit pada kegelapan Lisabon. Maka gemerlaplah Baghdad oleh lantunan ayat disemaraknya malam, ketika Paris gelap gulita sejak senja padam dalm mitos dan takhayul. Maka bergemiriciklah air di Damaskus dalam kesucian thaharah ketika bangsawan London mengangap mandi adalah berbahaya. Maka berdengunglah ayat2 Allah menjelang buka puasa dengan sajian kurma, yoghurt dan buah segar di balkon pualam Granada dan Cordova, saat katedral Wina dan Bern menutup jamuan makan malamnya dengan pudding darah babi. Maka tunduklah dua pertiga dunia dalam kelembutan penaklukan. Penaklukan terhadap buasnya hawa nafsu, kebodohan dan keterbatasan akal kepada keteraturan dan kesejahteraan hidup dalam martabat kemanusiaan yang mengutamakan nilai2 iman. Maka jadilah ummat ini besar, tinggi, megah namun tetap dalam kebersahajaan yang mendalam. Ahh… kita rindu keadaan itu kembali terjadi.
Begitulah. Ummat ini punya sejarah indah yang membebaskan. Maka kapan sejarah itu akan berulang  lagi?
Maka sudah saatnya, jarak antara  islam dan manusia muslim itu seperti setali tiga uang. Melepas belenggu “al islaamu mahjuubun bil muslimiin” bahwa keagungan islam tertutup oleh kekerdilan umatnya. Lalu tersingkap lahir dalam bentuk kebesaran manfaat. Maka  sudah saatnya keagungan ideology islam tak hanya menang dalam tataran pemikiran jika diperdebatkan, tetapi sudah saatnya keagungan itu turun gunung dan berbaur dalam kehidupan yang sesungguhnya. Sudah saatnya dimensi kehidupan manusia (pemerintahan, pendidikan, pengetahuan, ekonomi, kesehatan, keamanan, kesenian, social budaya, dll) menerapkan keagungan2 islam. Sudah saatnya antara islam dan muslim tak ada bedanya. Sudah saatnya tidak terbedakan lagi antara pesona kebenaran islam dengan pesona kepribadian seorang muslim. Ya sudah saatnya itu tiba….
Sudah saatnya ummat ini sadar pada kebesaran agamanya. Melahirkan pemahaman yang mengakar dan menghujam dalam dada2 setiap muslim sehingga kesadaran ini memberi kekuatan untuk bergerak. Bergerak membersamai kehidupan. Menebar kerja-kerja bermanfaat. Mendistribusikan kebaikan segenap penjuru langit dan bumi. Berpartisipasi dalam setiap amal dan membentuk percepatan bangunnya sebuah peradaban yang tertidur. Itulah dunia ke tiga kita. Sudah saatnya kebaikan dari langit itu dibalas oleh kebaikan penghuni bumi pula.
Sudah saatnya kita kembali sejenak merenung dan berfikir, bahwa dunia ada untuk ku dan aku ada untuk dunia. Dari langit untuk mu bumi dan dari bumi untuk mu langit. Sudah saatnya kita bangun dengan kesadaran baru, memulai hari dengan niat baru dan berbuat hal2 yang baru. Mengintegrasikan pemahaman dalam tindakan. Dan semoga kita menjadi bagian dari perjalanan menuju jayanya islam yang rahmatan lil a’lamin.
Maka….Sudah saatnya sekarang teman2……*      
                                                                                  *diramu dari ide seorang penulis asal jogja, mas..^^



Sabtu, 09 April 2011

kesibukan yang unlimited

di pagi sabtu yang sibuk tak menentu (wedew...)

saat waktu terasa tak cukup dalam 24 jam
saat tidur tak lebih dari 4 jam sehari semalam
saat agenda datang silih berganti mengingatkan 
saat aktivitas tak putus bagai pukulan godam
saat itulah kehidupan terasa mengasyikkan
mengantarkan pada sebuah hakikat perjalanan
bahwa seberapa bermanfaatkah aku bagi kebaikan
di sanalah semua aktivitas ini memulai tahapan
tahapan menuju sebuah keyakinan
keyakinan yang mengantarkan pada keimanan
keimanan yang menjanjikan
menjanjikan kebaikan

selamat beraktifitas. dari satu kebaikan menuju kebaikan berikutnya.
aamiin.






.

Jumat, 08 April 2011

study club 'amatiran menuju jempolan' aaminn ^^

"Assalamualaikum wr wb.
 selamat pagi calon penulis go internasional 10 tahun mendatang. apa kabar semuanya? semoga tetap semangat dengan kekuatan yang tetap bersemayam dalam diri kita walopun suasana di luar sedikit mendung.^^  oyea, ingat tugas yang menanti semangat2 kita untuk menyelesaikannya dengan usaha terbaik. btw bas we nih, untuk tugas minggu kemaren bisa dikumpulkan sama kak rian dan untuk pertemuan kali ini kita lakukan secara maya oke. tugas dadakan selanjutnya :
1. bikin blog di www.blogger.com
2. isi formulirnya dan log in
3. isikan entri pertama dengan tugas minggu kemaren (btw ada soft copy nya kan?) tinggal copas aja lagi
4. lapor sama k3 dengan membalas postingan k3 ini.
bagaimana? any question? sms aja atau langsung interaktif di blog ini ok.
so ganbatte ne ^^

good luck
wassalam

Kamis, 07 April 2011

haw a yu tode?

hari gini enaknya ngapain ya?
selain terjebak rutinitas aktivitas
berasa borriiiing amat

suasana mendung, dingin dan bete
ih... sadis amat memulai hidup yang semangat

so ????
hari ini lebih baik dari hari kemaren

ganbatte ne ^^